Artikel
Sejarah Watuagung
Desa Watuagung adalah salah satu cerita dari jelmaan Pangeran Solo, Mascot (jimat). Watuagung berasal dari bahasa jawa watu berarti batu dan agung berarti besar artinya batu besar. Sekarang sisa-sisa peninggalan batunya masih ada tepatnya di belakang balai desa.
Ainun salah satu toko masyarakat menuturkan bahwa sebelum Islam datang tempat ini sering digunakan sebagai tempat pemujaan, karena dipercaya mempenyai kekuatan mistik yang luar biasa, batu agung semakin mendarah daging di lingkungan penduduk setempat dan masyarakat sekitar. Disebelah batu tersebut didirikan padepokan guna tempat pemujaan, dan ditempat itulah banyak berkumpul masyarakat, dan dengan berkumpulnya masyarakat disitu pulalah nama Watuagung dijadikan dan disepakati menjadi nama desa. Padepokan tersebut dengan berkembangnya waktu sekarang menjadi balai desa Watuagung.
Ainun juga menuturkan bahwa Islam pertama kali masuk pulau Mengare melalui pelabuhan Jara Tagung Desa Watuagung, akan tetapi versi lain mengatakan Islam pertama kali masuk di daerah Leran, setelah masuknya Islam kepercayaan masyarakat pada batu agung semakin memudar dan berganti dengan kepercayaan agama Islam. Maka Batu Agung sekarang hanya tinggal sebuah cerita sekarang Desa Watuagung masuk dalam pemerintahan kecamatan Bungah Kabupaten Gresik.
Lelakon tokoh asal Pulau Mengare melahirkan cerita menarik. Keunikan, keajaiban, dan kearifan lokal setempat terangkai menjadi sebuah kisah. Hingga kini, cerita-cerita leluhur itu masih membekas dalam ingatan masyarakat setempat.
Salah satu cerita yang Ada adalah sebuah batu besar dan bersejarah di belakang balai desa watuagung Sekretaris Desa mantan Sekdes Watuagung Khuluk mengisahkan, masyarakat setempat meyakini batu besar itu merupakan cikal bakal desa. Kisah tanah Mengare tersebut juga terekam dalam buku Sang Gresik Bercerita karya Yayasan Mata Seger.
Alkisah, cerita Ainun , legenda Watuagung berawal saat seorang petinggi kerajaan bernama Pangeran Solo kesengsem pada kecantikan Putri Melirang. Dia merupakan salah seorang putri raja. Pangeran Solo ingin menikahinya dan memboyong sang pujaan hati. Pangeran lantas meminta izin kepada ibunya,Setelah sowan, sang pangeran mendapat restu
ibunya. Sebagai bekal perjalanan, dia mendapat pesan khusus. Pangeran didoakan, tapi dipesani untuk tak tidur selama perjalanan.
Namanya sudah jatuh cinta, pangeran menyanggupi. Dia lantas mempersiapkan perahu. Senjata andalannya, besi tawar, diikutsertakan. Dua pengawal sakti menemani. Mereka mengarungi Bengawan Solo yang dulu bernama Bengawan Lawas.
Setelah melewati perjalanan sungai yang melelahkan, pangeran akhirnya bertemu dengan Putri Melirang. Lelaki gagah itu menyampaikan unek-uneknya. Pangeran memberanikan diri. Meski, dia tahu sudah banyak laki-laki yang ditolak sang putri.
Apa yang terjadi Kepala pangeran pecah serasa ditembak panah Putri juga menolak cintanya Gadis ayu itu lari menghindar Memilih menghilang Pangeran terus mengejar sambung Ainun Untuk mencari putri yang cantik jelita itu, pangeran mengubah wujudnya menjadi ular besar Tujuannya bisa cepat menemukan pujaannya Namun jejak Putri Melirang benar-benar hilang.
Ular jelmaan pangeran lantas sampai di Laut Jawa lebih tepatnya di dekat Madura Pangeran yang tengah kebingungan merasa lelah Tak terasa dia tertidur.
Setelah bangun Pangeran Solo berniat mencari putri lagi Namun usahanya tidak
membuahkan hasil Karena frustrasi dia memilih bertapa dan melingkarkan badannya selama bertahun-tahun lokasinya di dekat Pulau Madura Badan ular, kepala, dan ekornya mengeras menjadi daratan. Itu yang disebut ngarai/Mengare,’’Kepala ular diyakini berada di Desa Watuagung.,Badannya di Desa Tanjung widoro dan ekornya di Desa Kramat. Tiga desa tersebut sama-sama berada di pulau Mengare.
KKN - PPM STIT RADEN SANTRI GRESIK DI DESA WATUAGUNG
Produk yang ada di desa Watuagung

